• Senin, 4 Juli 2022

Kasus PMK di Kota Bogor Meluas, Puluhan Sapi Sudah Terjangkit

- Jumat, 17 Juni 2022 | 19:41 WIB
Petugas memeriksa ternak di kandang wilayah Kota Bogor.  (DKPP Kota Bogor)
Petugas memeriksa ternak di kandang wilayah Kota Bogor. (DKPP Kota Bogor)

JurnalNews - Penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, makin meluas.

Dari semula hanya tujuh ekor, kini sebanyak 40 ekor sapi di rumah potong hewan (RPH) Bubulak, dilaporkan telah terjangkit wabah PMK

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) RPH Terpadu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Didong Suherbi mengatakan, puluhan sapi yang terindikasi PMK tersebut masih dalam pemeriksaan.

Baca Juga: 4 Neptu Weton Ini Rezekinya Melimpah Karena Memiliki Banyak Teman Menurut Primbon Jawa

"Memang sudah ada 40 ekor, tetapi baru terindikasi karena gejalanya hampir sama seperti PMK. Sudah ditangani dan hasil lab belum ada disebutkan PMK," ujarnya di Kota Bogor, Jumat 17 Juni 2022.

Seperti dilansir Antara Didong menyampaikan, tujuh sapi yang lebih dulu positif PMK pun sudah sembuh dan dalam proses pemulihan, sehingga mengindikasikan gejala yang dialami memang masih tergolong tidak parah. Demikian pula puluhan sapi lain yang kini bergejala mirip PMK itu tidak parah.

Terlebih, pemisahan sapi yang sedang dalam kondisi sakit diduga PMK juga telah dilakukan sejak temuan pada tujuh sapi yang dinyatakan positif menurut pengumuman DKPP pada Selasa, 7 Juni 2022.

Kemudian pada Kamis 16 Juni 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, kata Didong, telah membantu melakukan penyemprotan disinfektan.

Baca Juga: 4 Weton Memiliki Banyak Rezeki, Tidak Akan Kekurangan Sandang Pangan Menurut Primbon Jawa

Sejumlah dokter hewan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor juga terus berkeliling memeriksa kesehatan sapi, kambing dan domba yang ada di RPH Bubulak dan tempat lain.

"Jadi perlu disampaikan ke masyarakat, penanganan PMK di RPH sudah ketat. Hewan yang di RPH aman dan PMK tidak berbahaya untuk manusia," katanya.

Menurut Didong, titik cegat mobil pembawa hewan di lima titik perbatasan dengan bekerja sama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polresta Bogor Kota juga terus memantau lalu lalang distribusi sapi, kambing dan domba.

Baca Juga: 5 Weton Ini Rezekinya Mengalir Terus, Tetapi Selalu Bokek Menurut Primbon Jawa

"Pengawasan juga terus dilakukan. Mobil hewan tidak mudah masuk dan keluar sekarang. Harus benar-benar menunjukkan surat keterangan yang menyatakan hewan sehat," ujarnya.***

Editor: Sutrisno

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Terkini dengan Magnitudo 3.0 Guncang Bayah

Sabtu, 25 Juni 2022 | 16:03 WIB
X