• Senin, 4 Juli 2022

Ribuan Sapi di Malang Terjangkit PMK, Warga dan Relawan Tangani dengan Cara Lain Sambil Tunggu Vaksin

- Jumat, 17 Juni 2022 | 20:15 WIB
Ilustrasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban jelang Idul Adha 2022 (instagram.com/@kementerianpertanian)
Ilustrasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban jelang Idul Adha 2022 (instagram.com/@kementerianpertanian)

JurnalNews - Sejumlah relawan bersama warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur bahu-membahu menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kian mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Salah satu cara yang digunakan para relawan itu yakni dengan Eco Enzyme, meski hal itu belum diprogramkan pemerintah untuk menangani wabah PMK.

Hal tersebut diakui Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Nurcahyo. Ia mengatakan, bahwa penggunaan eco enzyme memang belum diprogramkan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Jika Mengonsumsi Bahan Herbal Ini Bisa Meningkatkan Kesuburan Kata dr. Zaidul Akbar

"Untuk penggunaan Eco Enzyme, itu dilakukan para relawan dengan salah satu universitas. Dilakukan untuk pengobatan PMK di sejumlah wilayah. Namun, kami belum memprogram penggunaan Eco Enzyme itu untuk PMK," kata Nurcahyo di Kabupaten Malang, Jumat 17 Juni 2022.

Nurcahyo menjelaskan, sejumlah wilayah yang menggunakan eco enzyme sebagai sarana pengobatan untuk hewan ternak yang terpapar PMK tersebut, diantaranya adalah Kecamatan Ngantang, Kecamatan Pujon dan Kecamatan Kasembon.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang ia terima dari para relawan tersebut, hewan ternak yang terpapar PMK dan diberikan pengobatan Eco Enzyme itu kondisinya membaik dan ada juga yang sembuh.

"Kami sejauh ini sebatas mendapatkan informasi terkait penggunaan eco enzyme. Kalau yang dilaporkan kepada kami, sapi-sapi yang terkena PMK sembuh usai menggunakan Eco Enzyme," katanya.

Baca Juga: KPK Sudah Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi PT Amara Karya

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Terkini dengan Magnitudo 3.0 Guncang Bayah

Sabtu, 25 Juni 2022 | 16:03 WIB
X