• Jumat, 19 Agustus 2022

Pengusaha Adiguna Sutowo Meninggal Dunia, Ini Profilnya

- Minggu, 18 April 2021 | 07:19 WIB
adiguna sutowo
adiguna sutowo

JurnalNews - Pengusaha Adiguna Sutowo meninggal dunia. Putra bungsu Ibnu Sutowo, eks direktur utama PT Pertamina (Persero), itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat#Pertamina (RSPP) Jakarta, pukul 04.04 WIB, Minggu 18 April 2021.

Kabar kepergian Adiguna Sutowo tersebut dibagikan sang menantu, artis Dian Sastrowardoyo melalui laman Instagram @therealdisastr.

"Selamat jalan Papa Guna, beliau meninggalkan kita 18 April 2021 pukul 4.00 WIB," tulis Dian Sastro dalam unggahannya di @therealdisastr.

Melalui unggahannya, Dian Sastro mendoakan agar amal ibadah sang mertua diterima dan dimaafkan kesalahannya.

"Semoga dimaafkan kesalahan beliau dan diterima amal ibadahnya," tulisnya lagi.

Dian Sastrowardoyo juga menuliskan rasa kehilangan dan kesedihannya melalui akun Instagram miliknya.

"You and your family are in my heart and mind, I am deeply saddened by the passing of your father. May prayers ease the pain of this loss," tulis Dian Sastro.

Kabar duka kepergian Adiguna Sutowo juga disampaikan akun @bazaarindonesia.

Menurut akun tersebut, mertua Dian Sastro itu meninggal dunia di Rumah Sakit RSPP Jakarta.

"Telah berpulang, Founder MRA Group, Adiguna Santana Sutowo ayahanda Maulana Indraguna Sutowo, CEO MRA Group, pagi ini tgl 18 April jam 04.04 di RSPP Jakarta," tulis akun @bazaarindonesia.



Iwet Ramadhan, desainer sekaligus Head of Business Growth MRA Media, juga mengabarkan kepergian pendiri MRA Group ini melalui akun Instagram pribadi.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Berita duka cita, telah meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 18 April 2021 jam 04.04 pag, Bapak Adiguna Sutowo Founder MRA Group, ayahanda dari Bapak Maulana Indraguna Sutowo (Direktur Utama MRA Group)," tulis Iwet dalam Instagram Story miliknya.

"Akan dimakamkan pada hari Minggu (18/4) di TPU Tanah Kusir Blok AA 41, pukul 13.00 WIB," tulis keluarga dalam papan pengumuman di rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat.

Untuk diketahui, Adiguna Sutowo masuk di jajaran pengusaha besar Indonesia. Darah bisnis mengalir dari sang ayah, Ibnu Sutowo.

Di era Orde Baru, Ibnu yang merupakan perwira militer berpangkat letnan jenderal juga menjadi kepala perusahaan minyak dan gas#Pertamina (1957-1976). Bahkan. dia juga sempat menjabat sebagai Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi pada 1966 (sekarang Menteri ESDM).

Terlepas dari status anak seorang pejabat, nama Adiguna Sutowo santer terdengar saat sang putera, Maulana Indraguna Sutowo, meminang artis Dian Sastrowardoyo pada 18 Mei 2010 silam.

Pernikahan Indraguna-Dian barangkali jadi pernikahan impian kala itu. Hanya saja, hal ini tidak mampu menghapuskan ingatan publik akan berbagai masalah hukum yang sempat dihadapi mertua Dian Sastrowardoyo ini.

Pada 2004, Adiguna sempat mengancam membunuh David Reynaldo Titawono, keponakan musisi Achmad Albar dan penyanyi Camelia Malik. Insiden terjadi di Kemang, Jakarta Selatan.

Disebutkan ancaman dengan senjata api ini dipicu pertengkaran David dan salah satu keponakan Adiguna. Keluarga Albar melaporkan kejadian tersebut sehingga Adiguna diperiksa di Polda Metro Jaya.

Akan tetapi, kasus itu diselesaikan kedua keluarga dan laporan dicabut.

Tidak berhenti sampai di situ, Adiguna kembali terlibat dalam masalah hukum pada 2005. Tepat di awal tahun, ia menembak mati Yohanes Brachmans Haerudy Natong alias Rudy di Island Bar Fluid Club & Lounge, Hotel Hilton Jakarta.



Rasa kesal Adiguna dipicu bar yang tidak bisa memproses kartu debit guna pembayaran minuman yang dipesan. Sebelumnya ia pun sudah dibuat kesal karena pembayaran minuman tidak bisa dibebankan ke kamarnya sehingga Novia Heriana alias Tinul, sang sahabat, yang mesti melunasi.

Adiguna lantas mencabut pistol Smith & Wesson kaliber 22 dan menembak kepala Rudy.

Kasus berjalan meski diwarnai dugaan penggunaan narkoba jenis kokain oleh Adiguna. Atas perbuatannya, ia terancam hukuman kurungan selama tujuh tahun.

Semua tuduhan memang terbukti secara sah tetapi ia masih bisa memperoleh keringanan karena beberapa hal termasuk keluarga yang sudah meminta maaf terhadap keluarga Rudy di Flores. Pengajuan banding dilancarkan hingga ke Mahkamah Agung hingga akhirnya tujuh tahun menguap jadi hanya sekitar dua tahun.

Adiguna bebas di 2007 setelah menerima remisi dari Kementerian Kehakiman.

Seolah tak ingin kehilangan sorotan, ia kembali berurusan dengan polisi setelah menerobos kediaman istri keduanya, Vika Dewayani. Dari keterangan polisi, sopir Adiguna bernama Dalyono menyebut Adiguna di mobil bersama Anastasia Florina Limasnax, yang saat itu merupakan istri gitaris grup band Padi, Satriyo Yudi Wahono atau dikenal dengan Piyu.

Akan tetapi kini keduanya sudah bercerai. Mobil Limasnax pun merangsek ke pagar rumah.

Kemudian pada 2018, Adiguna seharusnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dugaan korupsi dan pencucian uang di Garuda Indonesia. Namun, ia urung hadir karena mengaku sakit.

Indraguna, sang anak, pun dipanggil atas kasus serupa.

Di balik berbagai kasus yang menimpanya, Adiguna mampu melebarkan sayap sebagai pebisnis. Tak hanya media, ia pun terjun ke bisnis farmasi, properti, otomotif, juga entertainment.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa ia dulu juga seorang pebalap mobil. Ia berkarier sekitar 1970-an hingga 1990-an bersama Tommy Soeharto, Ricardo Gelael, Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

OJK: Pemulihan Ekonomi di Sulteng Makin Menguat

Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:33 WIB
X