• Kamis, 18 Agustus 2022

Kenali Penyebab Kanker Lambung dan Cara Mencegahnya

- Sabtu, 13 November 2021 | 10:42 WIB
kanker lambung
kanker lambung

JurnalNews - Di beberapa Negara Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan dan Cina, kanker lambung sering ditemukan. Kanker ini menduduki urutan teratas dari berbagai jenis kanker dan merupakan kanker tersering penyebab kematian.

Di Amerika, kanker lambung menduduki urutan ke-14. Di Indonesia, kanker lambung tidak terlalu sering ditemukan, dan tidak masuk urutan 10 besar.

Bagaimana mengenali penyebab kanker lambung? Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM di twitter @ProfesorZubairi menjelaskan untuk mengenali kanker lambung.

Zubairi Djoebran merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (Kanker) yang berpraktik di Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta.

Menurutnya, ada beberapa yang memudahkan seseorang kena kanker ini. Yakni infeksi bakteri Helicobacter pylori, usia lanjut, merokok, minum alkohol, jarang makan buah dan sayuran, konsumsi makanan yang diasinkan, dan laki-laki.

Perlu dicatat. Sejumlah penyakit lambung juga merupakan faktor risiko. Misalnya gastritis atrofik (lambung mengecil), metaplasia usus (perubahan sel usus), polip lambung, dan gastritis hipertofik tipe tertentu (lambung yang membesar).

Sebagian faktor-faktor tersebut tidak bisa dicegah dan diintervensi. Contohnya usia lanjut dan jenis kelamin laki-laki.

Beberapa kelainan lambung yang sudah ada sebelumnya juga tentu tidak bisa dihilangkan. Namun, gaya hidup dan dietnya yang bisa diperbaiki.

Zubairi mengungkapkan pada 2007, para peneliti Jepang melaporkan bahwa angka kejadian kanker lambung di Jepang itu bisa diturunkan. Bagaimana bisa? Ternyata yang paling penting adalah mengurangi konsumsi garam dapur.

Rupanya, orang Jepang dengan kebiasaan makannya, membuat mereka mengonsumsi garam dalam jumlah yang lumayan tinggi.
Yakni 13,5 gram (lebih dari satu sendok makan) setiap hari. Apakah Anda juga begitu?

Nah, beberapa tahun terakhir ini, konsumsi garam rata-rata penduduk Jepang itu menurun sampai menjadi 11,4 gram setiap hari.

Hasil upaya menurunkan konsumsi garam ini dianggap sebagai keberhasilan paling penting di Jepang.

Upaya yang kedua adalah mengurangi kebiasaan merokok. Kebiasaan masyarakat Jepang ini termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia.

Selama dua dasawarsa terakhir, jumlah perokok di sana turun 25 persen. Upaya ketiga Jepang adalah meningkatkan kebiasaan makan sayur dan buah.

Dalam konferensi internasional kanker di Jeju, Korea Selatan, 2007, bakteri Helicobacter pylori menjadi isu. Bakteri ini diketahui berperan besar memunculkan kanker lambung.

Upaya pencegahan dengan obat-obatan yang menekan timbulnya reaksi peradangan akibat bakteri itu, memberi harapan bahwa mungkin sekali kita bisa mencegah kanker lambung dengan obat-obatan.

Upaya pencegahan lain, jangan lupa konsumsi banyak sayur dan buah. Kurangi juga konsumsi makanan yang mengandung garam.

Teri asin dan ikan yang diawetkan dengan diasinkan memang enak di lidah. Tapi makanan ini racun untuk lambung dan dapat mengakibatkan kanker.

Bagi Anda yang tidak merokok dan tidak minum alkohol, tetaplah begitu. Namun, jika Anda merupakan keduanya, saya sarankan kurangi atau setop segera. Saya yakin Anda bisa. Ingat, kebiasaan itu bisa mengakibatkan kanker pada lambung Anda.***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

X