• Kamis, 18 Agustus 2022

20 November Hari Anak Sedunia, Ini Sejarah dan Bedanya dengan Hari Anak Internasional

- Jumat, 20 November 2020 | 08:45 WIB
Hari anak
Hari anak

JurnalNews.id – Setiap tanggal 20 November diperingati sebagai Hari Anak Sedunia. Peringatan ini pertama kali ini diinisiasi oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1954.

Lalu, apa bedanya dengan Hari Anak Internasional? Yang membedakan adalah pihak yang menginisiasi hari peringatan tersebut.

Hari Anak Sedunia pertama kali dicetuskan pada 14 Desember 1954 sebagai Hari Anak Universal. Peringatan ini bermula saat Majelis Umum PBB membentuk United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).

UNICEF bertugas menyediakan bantuan darurat berupa makanan dan perawatan kesehatan bagi anak-anak korban Perang Dunia II. Adapun tujuan diperingatinya Hari Anak Sedunia adalah untuk mengkampanyekan kesadaran di antara sesama anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.

Kemudian Majelis Umum PBB mendeklarasikan Hak-hak anak pada 20 November 1959.

Pada tanggal yang sama tahun 1989, Majelis Umum PBB membuat deklarasi Konvensi Hak Anak. Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai ulang tahun dari tanggal di mana Majelis Umum PBB mengadopsi baik deklarasi dan konvensi tentang hak-hak anak.

Sedangkan Peringatan#Hari Anak Internasional, pertama kali dilakukan oleh seorang pendeta asal Massachussetts, Amerika Serikat, pada tahun 1857. Dalam merayakannya, Pendeta tersebut memberikan pelayanan khusus kepada anak-anak.



Selanjutnya untuk memudahkan, peringatan ditetapkan setiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Hingga saat ini, banyak orang yang turut memperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai#Hari Anak Internasional.

Selain itu, perbedaan Hari Anak Sedunia dengan#Hari Anak Internasional terdapat pada sejarah yang terkandung di dalamnya.

Sejarah di balik penetapan Hari Anak Sedunia oleh PBB adalah sebagai bentuk kepedulian PBB terhadap masalah yang berkaitan dengan hak-hak anak dunia. Seperti hak pendidikan, hak bermain, hak menerima kasih sayang, hak mendapatkan asupan nutrisi bergizi, dan hak lainnya.

Sedangkan#Hari Anak Internasional, bertujuan mengurangi angka eksploitasi anak yang dipaksa atau harus bekerja lantaran tuntutan keadaan. Hari Anak Internasional semakin mendunia saat Turki meresmikannya pada tanggal 23 April 1929.

Serangkaian kegiatan dilaksanakan UNICEF untuk menunjukkan bahwa negara-negara anggota PBB menaruh perhatian khusus pada perkembangan dan perhatian untuk anak-anak.

Hari Anak Sedunia, dibuat untuk mengubah cara orang-orang memperlakukan anak mereka untuk menjadi lebih baik lagi. Khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anak-anak. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa hak anak bukanlah hak spesial, melainkan hak dasar yang memang sudah seharusnya mereka terima.

Organisasi PBB yang menangani anak-anak, yakni UNICEF, setiap tahunnya merayakan peringatan Hari Anak Sedunia untuk menarik perhatian khusus mengenai hak-hak anak di dunia.

Peringatan Hari Anak Sedunia, bisa dilakukan dengan memberi mereka hadiah, mengikut sertakan anak dalam perlombaan, melakukan kegiatan menyenangkan atau diperbolehkan libur sekolah.

Untuk memperingati Hari Anak Seduni tahun ini, UNICEF mengambil tema "A day to reimagine a better future for every child"

Tema ini, berarti satu hari yang dipakai untuk membayangkan atau membentuk kembali masa depan yang lebih baik untuk setiap anak. Hari Anak Sedunia juga sebagai hari aksi tahunan UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak. [***]

Editor: Sutrisno

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

Geledah Rumah Donald Trump, FBI Sita Dokumen Rahasia

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Gunung Berapi Sakurajima di Jepang Meletus

Senin, 25 Juli 2022 | 14:15 WIB

Pesawat Kargo Ukraina Jatuh dan Meledak di Yunani

Minggu, 17 Juli 2022 | 17:15 WIB
X