• Jumat, 19 Agustus 2022

One Piece 1003: Siapa di Balik Perang Onigashima hingga Kaido Jadi Bentuk Hibrida

- Jumat, 5 Februari 2021 | 08:02 WIB
one piece 1003
one piece 1003

JurnalNews - Kabar gembira, komik One Piece Chapter 1003 sesuai jadwal dapat dibaca secara legal dan gratis di MangaPlus mulai Minggu, 7 Februari 2021 pukul 23.00 WIB.

Menurut Mangaplus Shueisha, selain dalam terjemahan bahasa Inggris dan Spanyol, komik One Piece 1003 ini dapat dibaca dengan terjemahan bahasa Indonesia.

One Piece 1003 yang telah dinantikan para pecinta manga ini berjudul Night on the board. Di sampulnya kita akan melihat seekor kalajengking yang memberi kakak perempuan Sanji, Reiju bunga kaktus.

Dalam Chapter 1.002, Law berupaya menggunakan jurus ampuhnya Gamma Knife untuk merusak organ dalam tubuh Kaido. Jurus ini pernah diterapkannya saat melawan Donquixote Doflamingo di Arc Dressrosa.

Kaido kaget dengan pedang Zoro tersebut, dan bertanya mengapa ia dapat merasakan aura Oden dari Enma. Mestinya pertanyaan sang Yonko akan terjawab di Chapter 1003, bahwa Enma memang merupakan pedang Oden.

Simak spoiler One Piece chapter 1003 selengkapnya berikut ini!

Chapter 1003 akan dimulai dengan Luffy yang meninju Kaido dengan beberapa pukulan yang sangat kuat.

Pukulan tersebut menyebabkan Kaido memuntuahkan darah dari mulutnya, bahkan Big Mom pun terlihat terkejut menyaksikan kejadian yang menimpa rekannya.



Lalu Luffy memukul Kaido lagi dengan pukulan terkuatnya hingga membuat Makhluk Terkuat di Dunia itu jatuh ke tanah.

Beberapa saat kemudian udara keluar dari tubuh Luffy. Kin terkejut dan mengira luffy mendapat serangan yang tak terlihat.

Law menjelaskan bahwa itu hanya efek samping dari jurus Gear 4. Selain mengempis, Luffy juga tidak akan bisa menggunakan Haki selama 10 menit.

"Jadi itu kekuatan yang datang dengan risiko, huh? Tapi jika semua pukulan itu benar-benar berhasil...," ucap Kid.

Saat Luffy sedang melemah Big Mom menyerang si Topi Jerami dengan Hahaba atau Mother Destruction Sword.

Zoro melihat gerakan Big Mom, dia lalu menggendong Luffy dan melompat ke luar arah gerakan sang Yonkou.

Sementara itu, Kid dan Killer pergi untuk menyerang Kaido yang masih di tanah, sedangkan Law menyerang Big Mom dengan Countershock.

Kaido bangkit dari tanah dan membuat tornado untuk menghempaskan Luffy dan Zoro.

Kaido kemudian mengunyah Luffy. "Hei, jangan makan kapten kami," pinta Zoro pada Kaido.

Zoro menggunakan serangan yang pernah dia gunakan di Pulau Gyojin yaitu Kokujou Oo Tatsu Maki untuk melawan tornadi Kaido.

Salah satu tebasannya menembus kulit Kaido dan membuat Kapten Bajal Laut Beasts itu berdarah.

Kaido menyadari bahwa pedang Zoro memiliki Haki yang aneh karena itu sebelumnya milik Oden.

"Jadi kamu ingin mencoba menggunakan tornado untuk melawanku?" ucap Kaido pada Zoro.

Kaido kemudian menggunakan serangan barunya yang disebut Tatsumaki Kaifuu atau Twister Destructive Wind, menciptakan tornado besar dengan bilah angin terbang ke segala arah.

Zoro membawa Luffy dan lari, Kid dan Killer menangis serangan Kaido, sedangkan Law menggunakan kekuatannya untuk menyingkir.

Di sisi lain Onigasihma yaitu di dalam kastil, pertempuran di atap telah menciptakan guncangan yang amat besar.

Puing-puing menghujani medan pertempuran di dalam kastil, tempat di mana masih ada kepala Orochi yang tergeletak di tanah.

Selanjutnya, One Piece chapter 1003 akan memperlihatkan dua anggota Cipher Pol Aigis Zero (CP0) yang sedang duduk di salah satu ruangan kastil.

Seorang wanita dengan kertas tanda mata di wajahnya (mungkin salah satu bawahan Who's Who) sedang memainkan musik untuk mereka.

Dua anggota CP0 itu memainkan permainan Jepang di papan, Go, menggunakan bidak putih untuk mewakili samurai dan bidak hitam untuk mewakili pasukan Kaido.

Samurai memiliki 5.400 orang dan sudah kehilangan 400 orang, Kaido memiliki 30.000 orang dan sudah kehilangan 3.000 orang.

Setiap bidak di papan sama dengan 1.000 orang, jadi samurai memiliki 5 bidak tersisa dan Kaido masih memiliki 27 bidak.



Salah satu CP0 mengeluh tentang kematian mitra mereka, Orochi, dan menyayangkan acara perjamuan yang telah berubah menjadi perang.

Tetapi bagaimana pun setelah kejatuhan Doflamingo, bentrokan antara Kaido dan Generasi Terburuk memang tidak bisa dihindari.

Dia juga mengatakan bahwa jika ternyata dua dari empat Yonkou, Kaido dan Big Mom jatuh bersama dalam pertarungan ini, maka masa depan dunia akan benar-benar tidak dapat diprediksi.

Namun demikian, dia masih yakin Generasi Terburuk tidak bisa menang, karena pertempuran ini belum akan berakhir bahkan jika mereka mengalahkan Kaido atau Big Mom.

Mereka juga harus berurusan dengan para eksekutif, Ookanban.

Jika mereka tidak mengalahkan Ookanban, pasukan Generasi Terburuk dan samurai dapat dengan mudah dimusnahkan.

Lebih lanjut, saat anggoota CP0 itu bercerita, kita akan melihat Franky dan Sasaki berkelahi.

Sanji tampak panik dengan darah di kepalanya, Nami, Usopp dan Tama melakukan sesuatu bersama-sama.

Ulti berlari, Jinbe berkelahi dan Yamato bersiap untuk bertarung dengan Momonosuke dan Shinobu di belakangnya.

Hingga kemudian CPo mengakhiri ceramahnya. "Hancurkan satu sama lain sebanyak mungkin, bajak laut," kata CP0.

Cerita di chapter 1003 kembali lagi ke atap kastil.

Kaido akhirnya berubah menjadi bentuk manusia-binatang atau bentuk hibrida.

Kita juga akan melihat siluetnya berdiri di atas asap dengan Big Mom di sampingnya.

Bentuk hibrida Kaidou sangat besar, bahkan dua kali lebih tinggi dari Big Mom.

"Hei, Linlin! Ini semakin menyenangkan.. Worororo," kata Kaido pada Big Mom.

"Mamamama! Ya, Kaidou! Aku merasakan hal yang persis sama," balas Big Mom.

Meski terlihat menarik, hal di atas masih sebatas spoiler.

Untuk cerita asli dan lengkapnya kita tunggu saja manga One Piece chapter 1003 setelah resmi dirilis.

Kabar baik bagi para penggemar One Piece, minggu depan tanpa jeda One Piece chapter 1004 akan kembali dirilis. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

X