• Kamis, 18 Agustus 2022

Inna lillah wainna ilaihi raji’un, Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Meninggal Dunia

- Minggu, 28 Februari 2021 | 17:37 WIB
artidjo alkostar
artidjo alkostar

JurnalNews - Inna lillah wainna ilaihi raji’un. Mantan#Hakim Agung yang kini menjadi Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Artidjo Alkostar, meninggal dunia hari ini.

Kabar duka tersebut diketahui dari unggahan akun Twitter Menko Polhukam, Mahfud MD @mohmahfudmd, Minggu 28 Februari 2021.

Ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya mantan hakim agung tersebut.

Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yg penuh integritras."

"Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yg kini menjabat sbg salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini (Minggu, 28/2/2021)."

"Inna lillah wainna ilaihi raji’un. Allahumma ighfir lahu," tulisnya.
https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1365930905315942404

Menurutnya, Artidjo Alkostar dikenal sebagai sosok hakim agung yang tak ragu menjatuhkan hukuman berat bagi para koruptor.

Selain itu, anggota Dewan Pengawas KPK itu juga dikenal sebagai pengacara yang baik.

"Artidjo Alkostar adl hakim agung yg dijuluki algojo oleh para koruptor.

Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kpd para koruptor tanpa peduli pd peta kekuatan dan back up politik.

Dulu almrhm adl dosen di Fak. Hukum UII Yogya yg jg jd pengacara.

Selama jd pengacara dikenal lurus," ungkap#Mahfud MD.

"Thn 1978 Artidjo menjadi dosen sy di FH-UII. Dia jg yg menginspirasi sy menjadi dosen dan menjadi aktivis penegakan hukum dan demokrasi.

Pada 1990/1991 saya dan Mas Artidjo sama2 pernah menjadi visiting scholar (academic researvher) di Columbia University, New York. RIP, Mas Ar," lanjutnya dalam cuitan itu.

Dikutip dari Kompas TV, Artidjo Alkostar adalah lulusan sarjana hukum di UII Yogyakarta dan Master of Laws di Nort Western University Chicago.

Dalam kariernya, Artidjo pernah menjadi Direktur LBH Yogyakarta, dosen fakultas hukum di UII, dan menjadi hakim agung di Mahkamah Agung sejak tahun 2000 hingga 2018.



Artidjo merupakan salah satu sosok hakim yang paling ditakuti oleh koruptor saat dirinya masih bertugas di MA.

Artidjo disebut sering memberi "hadiah" berupa hukuman tambahan untuk para koruptor yang mencoba mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.

Mereka yang menerima "hadiah" itu antara lain mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh dari 4 tahun menjadi 12 tahun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam korupsi wisma atlet dari hukuman 7 tahun menjadi 14 tahun.

Selain itu ada pula mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo, mantan Gubernur Riau Annas Maamun, bintara Polri di Papua Labora Sitorus, hingga pengacara OC Kaligis.

Artidjo resmi pensiun dari MA sejak 22 Mei 2018, setelah sebelumnya berkarier sebagai advokat selama 28 tahun. Selama berkarier di MA sepanjang 18 tahun, Artidjo berhasil menyelesaikan 19.708 perkara.

Artinya, setiap tahun ada 1.905 perkara yang berhasil dirampungkannya.

Untuk menjaga integritasnya sebagai hakim pun, Artidjo kerap menolak tawaran undangan ke luar negeri. Satu alasannya, karena setiap hari ada perkara yang harus diputuskan.

"Saya tidak pernah mau (diajak ke luar negeri), konsekuensinya nanti karena tiap hari itu ada penetapan tahanan itu seluruh Indonesia. Itu tidak bisa ditinggal karena nanti bisa itu keluar demi hukum. Nanti yang disalahkan saya," kata Artidjo seperti dilansir Kompas.com pada 31 Mei 2018.

Sebagai hakim MA, Artidjo mengaku, tak sedikit pemohon kasasi yang mencabut berkas ketika mengetahui dirinya yang akan menyidangkan perkaranya.

"Itu banyak itu (perkara yang dicabut), kadang-kadang mau kami sidangkan itu, eh paginya sudah dicabut," kata dia. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

LPSK Setujui Status Justice Collaborator Bharada E

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:12 WIB
X