• Kamis, 18 Agustus 2022

Ditangkap di Kawasan Senayan, Buronan Kasus Jembatan Torate Cs Digiring ke Palu

- Kamis, 25 Maret 2021 | 11:59 WIB
christian andi pelang
christian andi pelang

JurnalNewsChristian Andi Pelang (CAP) yang menjadi buronan dalam kasus proyek pembangunan jembatan Torate Cs di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap di salah satu restoran kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu 24 Maret 2021 siang.

Penangkapan dilakukan berkat kerjasama Kejaksaan dengan Komisi Pemberantasan#Korupsi (KPK).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Christian ditangkap oleh tim gabungan terdiri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kejati Sulteng dan Satgas Korsup Wilayah IV KPK.

"CAP (Christian Andi Pelang) merupakan pihak swasta penyedia barang dan jasa tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengerjaan penggantian#Jembatan Torate CS dengan anggaran sebesar Rp14,9 miliar," ujar Ali Fikri di Jakarta, Rabu 24 Maret 2021.

Dia menuturkan, KPK menerima permintaan fasilitas pencarian terhadap Christian sejak Juni 2020 dari#Kejati Sulteng. Penangkapan ini dinilai sebagai bentuk sinergi lembaga penegak hukum dalam kasus korupsi.

"Setelah dilakukan penangkapan tersangka kemudian dibawa ke Kejari Jakarta Pusat untuk diperiksa awal, selanjutnya diterbangkan ke Palu, Sulteng," tuturnya seperti dilansir Antara.

Tiba di Palu
Dengan dikawal sekira 15 personil#Kejati Sulteng dan aparat Polda Sulteng, Christian Andi Pelang yang menjadi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2019 tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, pada Kamis 25 Maret pagi, sekira Pukul 06.30 Wita.



Setibanya di Palu, rekanan proyek#Jembatan Torate Cs itu langsung digiring petugas#Kejati Sulteng menuju mobil tahanan dan dibawa ke tahanan.

Aspidsus#Kejati Sulteng Muhammad Jefry mengatakan, pihaknya melakukan penjemputan terhadap CAP setelah yang bersangkutan berhasil ditangkap pada Rabu 24 Maret kemarin.

"CAP merupakan DPO yang memenjadi tersangka dalam kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek penggantian empat jembatan Torate,” kata Muhammad Jefry, di sela-sela penjemputan Cristian Andi Pelang, di Bandara Mutiara Sis Aljufri Kota Palu, Kamis 25 Maret 2021.

Cristian Andi Pelang, tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan penggantian#Jembatan Torate CS, akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“Terhadap tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, guna penyelesaian perkara selanjutnya,” kata Aspidsus Mochamad Jefry, didampingi Asintel Rachmat Supriyady.

Untuk diketahui, Christian Andi Pelang merupakan suami dari Kuasa Direktur#PT Mitra Aiyangga Nusantara, Serly yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman 4,6 tahun penjara.

Christian Andi Pelang ditetapkan sebagai tersangka sejak 2019 dan dinyatakan DPO sejak Juni 2019, karena beberapa kali mangkir dari panggilan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK menerima permintaan fasilitasi pencarian DPO tersebut sejak Juni 2020 dari#Kejati Sulteng.

Sebelumnya, empat terdakwa lainnya dalam kasus tersebut telah dijatuhi hukuman penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana#Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palu, pada Kamis 2 April 2020 silam.

Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun 6 bulan, kepada Sherly Assa (kuasa Direktur PT. Mitra Aiyangga Nusantara). Selain itu, terdakwa membayar denda Rp 200 juta, sub 4 bulan kurungan, uang pengganti Rp 1,4 miliar subsider 8 bulan penjara.

Sedangkan terhadap tiga terdakwa lainnya yakni Moh. Masnur selaku Direktur PT Mitra Aiyangga, Ngo Joni selaku konsultan pengawas dan Alirman selaku pejabat pembuat komitmen, masing-masing divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara, serta masing-masing membayar denda dan Uang pengganti.

Kasus ini berawal pada 2018, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah melaksanakan pekerjaan pengganti#Jembatan Torate Cs pagu anggaran Rp 18 miliar bersumber dari APBN.

Pekerjaan Torate Cs yakni, ruas jalan Tompe- Pantoloan yaitu , jembatan Torate panjang 9,60 meter, nominal Rp3,6 miliar, jembatan Laiba panjang 6,80 meter, nominal Rp3,2 miliar, jembatan Karumba V, panjang 6,80 meter dengan nominal Rp2,9 miliar dan jembatan Labuan II dengan panjang 6,80 meter nominal Rp3,6 miliar.

Pemenang lelang pekerjaan#Jembatan Torate adalah#PT Mitra Aiyangga Nusantara dengan nilai kontrak Rp14,9 miliar.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Serly selaku kuasa Direktur PT Nusantara. Pekerjaan tersebut terhenti dan diambil alih oleh Moh. Masnur untuk melanjutkan progres yang ada. Namun pekerjaan tidak selesai karena tidak dilaksanakan sesuai jadwal.

Pada 21 Desember 2019, dibuatlah berita acara pemeriksaan ditandatangani Alirman selaku PPK, Ngo Joni selaku konsultan pengawas dengan merekayasa pekerjaan tersebut jika realisasi pekerjaan telah mencapai 28,5 persen.

Namun faktanya, tidak sesuai kondisi di lapangan, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,8 miliar.
***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

LPSK Setujui Status Justice Collaborator Bharada E

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:12 WIB
X