• Rabu, 29 Juni 2022

Diduga Nistakan Agama, Youtuber Muhammad Kece Dilaporkan ke Bareskrim Polri

- Minggu, 22 Agustus 2021 | 17:36 WIB
humas polri argo
humas polri argo

JurnalNews - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan Bareskrim Polri telah menerima laporan masyarakat terkait pernyataan dari Youtuber Muhammad Kece, yang dinilai menistakan agama.

"Tadi malam sudah ada laporan (dengan terlapor Youtuber Muhammad Kece) ke Bareskrim Polri dari masyarakat," ujar Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu 22 Agustus 2021.

Dengan adanya laporan tersebut, Argo menambahkan saat ini tim Bareskrim Polri tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kasus penistaan agama.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai ceramah yang disampaikan oleh Muhammad Kece berisi ujaran kebencian dan penghinaan terhadap simbol keagamaan. Hal itu berpotensi merusak kerukunan umat.

Menag Yaqut Cholil Quomas menyebut penyataan#YouTuber Muhammad Kece melanggar norma-norma toleransi dan keyakinan agama Islam. Dia meminta pihak kepolisian segera menindaknya.

"Ini sudah berlebihan dan melanggar norma-norma toleransi. Pihak Kepolisian baiknya melakukan tindakan. Bukan hanya toleransi (yang dilanggar), tapi juga keyakinan agama (Islam)," jelas Yaqut kepada wartawan, Sabtu 21 Agustus 2021 kemarin.

Ia menilai semestinya aktivitas ceramah dan kajian dijadikan ruang edukasi dan pencerahan. Menurut dia, ceramah merupakan media untuk meningkatkan pemahaman keagamaan publik terhadap keyakinan dan ajaran agamanya masing-masing. Bukan untuk saling menghina keyakinan dan ajaran agama lainnya.

"Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan," imbuhnya.

Contoh materi ceramah Muhammad Kece yang menjadi kontroversi yakni terkait kitab kuning dan Nabi Muhammad SAW. Itu terlihat dari unggahan Muhammad Kece di kanal Youtube-nya dalam judul 'Kitab Kuning Membingungkan'.

"Kitab kuning ini hanya usaha manusia, ya barang kali benar, tapi apakah nyimpang dari Quran, ya. Kenapa? Karena Quran tidak memerintahkan harus membaca hadis dan fiqih. Alquran lebih memberikan isyarat orang harus membaca Taurat dan Injil."

"Jangan jadi marketing Arab orang Indonesia. Jangan menyebarluaskan dan membangga-banggakan Arab, tidak ada apa-apanya Muhammad Jinnatullah itu. Makanya di Alquran tidak tertulis Muhammad Jinnatullah. Karena Tuhan tahu. Katanya Muhammad utusan Allah, tapi kenapa tidak satu pun wahyu yang turun ke Muhammad?" ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

X