• Senin, 4 Juli 2022

Polisi Ungkap Fakta Baru, Khilafatul Muslimin Penerus NII Kartosuwiryo

- Kamis, 16 Juni 2022 | 21:58 WIB
Polisi Ungkap Fakta Baru, Khilafatul Muslimin Penerus NII Kartosuwiryo (PMJ News)
Polisi Ungkap Fakta Baru, Khilafatul Muslimin Penerus NII Kartosuwiryo (PMJ News)

JurnalNews - Polda Metro Jaya mengungkap fakta-fakta baru berkaitan dengan penangkapan pemimpin tertinggi dan sejumlah tokoh penting kelompok atau organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin yang didirikan pada tahun 1997.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Hariyadi mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, tujuan didirikannya Khilafatul Muslimin yaitu untuk melanjutkan perjuangan NII (Negara Islam Indonesia) Kartosuwiryo dan kaderisasi ideologi kekhalifahan yang bertolak belakang dengan ideologi pancasila.

“Dalam Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja selaku pemimpin tertinggi (Amirul Mu’minin) mengganggap dirinya sebagai penerus Kekhalifahan Nabi (Khalifah nomor 105) pasca meninggalnya Rasulullah SAW,” kata Hengki kepada awak media, di Polda Metro Jaya, Kamis 16 Juni 2022.

Baca Juga: Viral, Nakes Asyik Joget TikTok Saat Pasien Bersalin Sedang Bertaruh Nyawa, Sumpah Profesi Dipertanyakan

Adapun struktur ormas Khilafatul Muslimin menempatkan sosok Abdul Qadir sebagai pemimpin tertinggi, juga dibantu oleh tiga Amir Daulah yang membawahi seluruh wilayah Nusantara, meliputi Amir Daulah wilayah Jawa Timur, Sumatera (membawahi juga Kalimantan), dan Amir Daulah wilayah Indonesia Timur.

“Abdul Qadir mendirikan lembaga pendidikan yang dimulai sejak usia dini dan diberi nama Ukhuwah Islamiyah dengan berlandaskan pada ideologi keKhalifahan dan tidak memberikan penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai amata pelajaran bagi siswanya,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di Khilafatul Muslimin, para siswa tidak diperkenankan menggelar upacara. Hal-hal yang berkaitan dengan kenegaraan seperti bendera merah putih, lambang negara hingga foto Presiden dan Wakil Presiden juga tidak diperbolehkan berada di lingkungan Khilafatul Muslimin.

“Yang boleh ada dan diperbolehkan hanya bendera tauhid atau bendera khilafah,” ucapnya.

Ormaas Khilafatul Muslimin disebut memiliki pengikut atau jamaah mencapai 14.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menkes Izinkan Pemakaian Ganja, Tapi....

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:39 WIB

Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:12 WIB
X