• Jumat, 12 Agustus 2022

Legalisasi Ganja untuk Medis, Polri Sebut Perlu Persetujuan Menkes dan BPOM

- Rabu, 29 Juni 2022 | 23:20 WIB
Viral, seorang Ibu membawa poster yang membutuhkan ganja medis untuk anaknya yang mengidap penyakit Cerebral Palsy.  (Twitter @andienaisyah)
Viral, seorang Ibu membawa poster yang membutuhkan ganja medis untuk anaknya yang mengidap penyakit Cerebral Palsy. (Twitter @andienaisyah)

JurnalNews - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan aksi seorang ibu meminta tolong membutuhkan ganja untuk kesehatan anaknya yang menderita kelainan saraf otak cerebral palsy.

Sembari membawa poster, ibu tersebut tegak berdiri di tengah keramaian Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta pada Minggu, 26 Juni 2022

"Tolong, anakku butuh ganja medis," begitu tulisan di poster yang dibawa Santi, yang diketahui asal Sleman Yogyakarta.

Baca Juga: Viral Aksi Ibu Butuh Ganja Medis untuk Anaknya yang Menderita Celebral Palsy

Aksi tersebut kemudian ramai menjadi pembicaraan soal wacana legalisasi ganja untuk kepentingan medis.

Terkait isu itu, Polri menyatakan ada tahapan yang akan dilakukan untuk merealisasikannya.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan wacana melegalisasikan ganja medis perlu persetujuan Menteri Kesehatan dan rekomendasi BPOM.

"Usulan untuk melegalkan ganja untuk kepentingan medis harus melalui proses persetujuan Menteri Kesehatan atas rekomendasi BPOM sebagaimana bunyi Pasal 8 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009," ungkap Krisno Halomoan Siregar kepada wartawan, Rabu 29 Juni 2022.

Krisno menjelaskan, Polri sebagai penyidik tindak pidana narkotika masih berpedoman kepada ketentuan Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, yakni bahwa ganja sebagai salah satu bentuk narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Putri Candrawathi Terancam Tak Dapat Perlindungan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 22:01 WIB
X