• Sabtu, 13 Agustus 2022

ACT Terima Rp1,7 Trilun, Setengahnya Masuk ke Rekening Entitas Pribadi

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:48 WIB
Rekening Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). (Yayasan ACT)
Rekening Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). (Yayasan ACT)

JurnalNews - Langkah tegas dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan melakukan pemblokiran ke 843 rekening Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan afiliasinya.

Diungkap PPATK, uang sebanyak Rp1,7 triliun rupiah mengalir ke ACT dari ratusan rekening yang ada.

"PPATK melihat ada Rp1,7 triliun uang yang mengalir ke ACT," ungkap Kepala PPATK Ivan Yustiavandana di Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Baca Juga: Bharada E Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J, Dijerat dengan Pasal 338 KUHP

Baca Juga: Pengabdi Setan 2 Communion, Bukan Film Horor Biasa dan Penuh Misteri, Ada Teori Konspirasi?

Ironisnya, dari angka triliunan tersebut sebanyak 50 persen dana yang telah diterima mengalir ke entitas-entitas yang terafiliasi dengan pihak pribadi di ACT. Diduga uang dipergunakan dengan tidak akuntabel.

“Kita melihat lebih dari 50 persennya itu mengalir ke entitas-entitas yang terafiliasi kepada pihak-pihak pribadi gitu ya, dan itu kan angkanya masih Rp1 triliunan ya yang kita lihat ya. Sementara ini masih kita duga dipergunakan oleh, secara tidak prudent-lah, tidak akuntabel," jelasnya.

Menurut PPATK, entitas yang menerima aliran dana tersebut adalah anak usaha ACT yang kemudian uangnya mengalir ke pengurus yayasan filantropi itu.

"Ada kelompok-kelompok di masing-masing. Jadi ACT itu punya kegiatan-kegiatan usaha lain. Jadi kegiatan usaha lain itu yang kemudian menerima dana, dan dana itu ada kembali lagi ke pengurus, gitu, seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kelompok-kelompok kegiatan usaha di bawah entitas A ini dimiliki oleh, terafiliasi dengan para pemilik di A-nya tadi," urainya.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bharada E Cabut Kuasa Dua Pengacaranya

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:36 WIB
X