• Minggu, 2 Oktober 2022

Komnas HAM Sebut Indikasi 'Obstruction of Justice' Kasus Brigadir J Makin Kuat

- Senin, 15 Agustus 2022 | 21:08 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan rekannya memberikan keterangan pers usai meninjau TKP pembunuhan Brigadir J.  (PMJ News/ Fajar)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan rekannya memberikan keterangan pers usai meninjau TKP pembunuhan Brigadir J. (PMJ News/ Fajar)

JurnalNews - Komnas HAM selesai melakukan peninjauan di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Setelah meninjau TKP, Komnas HAM menyebut, indikasi obstruction of justice atau upaya menahan atau merintangi proses hukum dalam kasus Brigadir J, semakin kuat.

“Obstruction of Justice sejak awal kami bilang ada indikasi kuat. Ketika kami cek di TKP, indikasi itu semakin menguat,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, Senin 15 Agustus 2022.

Baca Juga: LPSK Ungkap Alasan Tolak Permohonan Perlindungan Istri Ferdy Sambo

Baca Juga: Komnas HAM hingga INAFIS Cek TKP Pembunuhan Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

Anam mengatakan, pihaknya memeriksa serta mengecek seluruh bahan yang dimiliki dan mengujinya di TKP.

“Yang pasti kami mengecek semua bahan yang kami punya. Kan ini janji kami juga kepada teman-teman media, kepada publik, sejak awal kami tangani kasus ini, kami akan ke TKP ketika kami memiliki semua bahan. Semua bahan itu tadi kami uji di TKP tersebut. Itu menemukan peristiwanya semakin terang benderang,” jelasnya.

Anam menegaskan, dengan pengujian bahan yang dimiliki dan mengujinya di TKP, hasil pengujiannya mengindikasikan obstruction of justice semakin kuat.

Baca Juga: Login Prakerja.go.id, Ini Cara Daftar Prakerja Gelombang 41 Dibuka Sejak Minggu 14 Agustus 2022

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Teken Keppres Pemecatan Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 14:07 WIB
X