• Senin, 5 Desember 2022

129 Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang, Polisi Gunakan Gas Air Mata yang Dilarang FIFA, Netizen: Ini Genosida

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:37 WIB
129 Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang, Polisi Gunakan Gas Air Mata yang Dilarang FIFA, Netizen: Ini Genosida (Foto: Dok. Twitter)
129 Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang, Polisi Gunakan Gas Air Mata yang Dilarang FIFA, Netizen: Ini Genosida (Foto: Dok. Twitter)

JurnalNews - Kerusuhan usai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam, memakan banyak korban jiwa.

Laporan terkini menyebutkan, 129 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi usai laga di kandang Arema FC itu.

Awalnya, pertandingan berjalan lancar. Namun setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan, sejumlah oknum suporter Arema FC merasa kecewa dan meluapkannya dengan turun ke lapangan mengejar para pemain dan ofisial.

Baca Juga: Rusuh Usai Laga Arema FC vs Persebaya Tewaskan 127 Orang, Ini Sejarah Awal Permusuhan Aremania dan Bonek Mania

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan Tewaskan Ratusan Aremania Usai Laga Arema FC vs Persebaya

Keadaan semakin tidak terkendali, Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan beralih menyerang aparat keamanan.

Petugas keamanan lantas memberikan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter tersebut.

Buntut tindakan tersebut, netizen ramai-ramai menuding penyebab kericuhan juga disinyalir akibat polisi menembakkan gas air mata ke tribun penonton.

Di akun @polresmalang_polisiadem, netizen mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah polisi yang menembakkan gas air mata.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: Satu Warga Luka Ringan Akibat Gempa M 6.1 Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:15 WIB

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Jumat, 2 Desember 2022 | 19:02 WIB
X