• Senin, 5 Desember 2022

TEGAS, Menko Polhukam Sebut Tragedi Stadion Kanjuruhan Bukan Bentrok Suporter

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:50 WIB
Polisi lepaskan gas air mata saat Kericuhan suporter bola di Kanjuruhan Malang (Tangkapan Layar Twitter/ @yo2thok )
Polisi lepaskan gas air mata saat Kericuhan suporter bola di Kanjuruhan Malang (Tangkapan Layar Twitter/ @yo2thok )

JurnalNews - Peristiwa memilukan terjadi usai laga lanjutan BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Sebanyak 130 orang tewas akibat kerusuhan usai pertandingan yang berakhir 2-3 di mana Arema FC harus kalah di kandang saat menjamu Persebaya Surabaya.

Terkait peristiwa tersebut, Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 130 orang.

Baca Juga: Menko PMK Sebut Korban Tewas di Kanjuruhan Jadi 130 orang

Baca Juga: Kerahkan Tim DVI, Polri Gerak Cepat Berikan Pertolongan Korban Kerusuhan Usai Laga Arema FC Vs Persebaya

Menurut dia, tragedi tersebut bukan disebabkan bentrok antarsuporter. Korban meninggal dunia karena desak-desakan dan terinjak.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dgn Arema. Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton," tulis Mahfud dalam akun Instagram pribadinya, Minggu 2 Oktober 2022.

"Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter," sambungnya.

Mahfud juga menyatakan aparat keamanan sebelumnya sudah mengusulkan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang dilaksanakan pada sore hari.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: Satu Warga Luka Ringan Akibat Gempa M 6.1 Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:15 WIB

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Jumat, 2 Desember 2022 | 19:02 WIB
X