• Selasa, 17 Mei 2022

Akris “Kuda Hitam” Bagi Kota ANTIK

- Kamis, 7 Maret 2013 | 06:19 WIB


Konstalasi politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Donggala yang semakin dekat, menimbulkan aroma “PERTEMPURAN” yang mulai tercium. Sejumlah nama tokoh dengan slogan-slogannya sudah mulai menggelinding menjadi bakal calon (Balon) Bupati Donggala periode 2013-2018.


Oleh: Agus Manggona

Kita patut  bersyukur karena ternyata banyak yang merasa mampu memimpin kabupaten tertua di Sulteng ini. Paling tidak sebelas figur  sudah menyatakan siap bertanding. Mereka adalah  Akris Yunus Fattah, Drg Anita B Nurdin, Kasman Lassa, Kasmuddin, Burhanuddin Yado, Ilham Pettalolo, Saifullah Malonda, Burhanuddin Lamadjido,  Asgar Juhaepa, Aly Lasamaulu serta Mauliddin.

Tidak tertutup kemungkinan, kontestan lain akan bermunculan dan memenuhi gelanggang. Banyaknya calon Bupati,  bisa menjadi tanda kehidupan perpolitikan di Donggala  semakin dinamis. Namun menariknya sejumlah figur yang tampil, merupakan tokoh baru bahkan bukan dari kalangan partai politik.


Dari sederet nama, sosok  Akris Yunus Fattah yang kini sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Donggala, merupakan salah satu figur yang  memiliki peluang  dan kans besar  untuk  memimpin  Kota ANTIK ini  dalam lima tahun kedepan.


Meski sejauh ini, belum mendeklarasikan diri akan keluar dari partai politik (Parpol) mana dan akan berpasangan dengan siapa.

Spekulasi ini bukan tanpa alasan, karena berdasarkan hasil pemetaan dan geo politik  di 15 Kecamatan yang dilakukan oleh  Penguatan Institusi Untuk Jaringan Rakyat (Pijar) Sulteng, Akris Yunus Fattah bisa menjadi kuda hitam. Konsolidasi yang dilakukan tim sukses  termasuk gerakan ‘bawa tanah’ memberikan gambaran yang signifikan jika Akris akan menahkodai Donggala kedepan.


Belum lagi tambah Ketua Pijar Sulteng Rully Hadju, elektabilitas Ketua Marakas Cabang (Maca) Laskar Merah Putih Donggala ini,
terus menerus  mengalami peningkatan.


Perkembangan drastis di Donggala  saat ini khususnya  dibidang infrastruktur jalan tambah Rully, merupakan bukti nyata dari keberhasilan  Akris selaku Kadis PU, sehingga sangat beralasan jika masyarakat  menginginkan sosok muda yang enerjik dan memiliki jiwa interpreniusif.  Memang diakui, ‘perahu’  untuk digunakan berlayar  ke samudera Pemilukada Donggala belum final, namun yakin dan percaya dalam waktu dekat ini, semua itu akan terjawab
termasuk-partai-partai pendukung.


Lampu hijau tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dinyalakan  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Donggala
semakin membuka ruang bagi para kontestan untuk mensosialisasikan diri.  Namun tak dibisa dipungkiri apalagi
dinaifkan  masyarakat  membutuhkan serta merindukan sosok pemimpin yang bisa memadukan keluguan, terus terang, percaya diri, tegas dan diplomasi yang berkarter. Nah… semunya itu hanya dimiliki oleh  Akris  Yunus Fattah.


Menurut Rully,  Akris merupakan  sosok yang mampu merubah wujud Donggala,   dengan  memberdayakan potensi  serta sumber daya alam,  baik itu dari sektor  pertanian, perkebunana maupun perikanan/kelautan, termasuk mereformasi birokrasi.   “ Akris juga dikenal sebagai pamong  yang amat realistis, tapi juga bisa bertindak diluar dugaan karena optimis dan percaya diri yang sangat besar,” tambahnya.


Sementara paradoks lain tambah  Direktur Aliansi Independen Human Nusantara Amir Sidik, bahwa Akris sadar  betul akan pentingnya dukungan publik, namun ia  enggan mengubah gayanya didepan khalayak, karena ia sadar benar bahwa demokrasi menempatkan  para pemilih sebagai penentu. Karena bagi Akris
demokrasi adalah era persekutuan diantara popularitas dan elektabilitas.


Meski  latar belakang Akris  seorang  Birokrat ulung,  namun ia memiliki kelebihan,  dimana  mampu memadukan  penciuman politik tajam, kalkulasi pragmatis  serta kehendak kuat untuk menang, dan hal  ini tidak dimiliki oleh calon kandidat lain.


Dalam  beberapa kali pertemuan kata  alumnus Lemhanas ini,  Akris  selalu memberikan penegasan bahwa ia sadar betul betapa pentingnya berhitung secara cermat, sebelum memutuskan ayunan langkah.


Kata kuncinya  menghadapi Pilkada adalah kesedian untuk menang, bukan sekedar memaksakan diri mengejar posisi tertentu. Tapi semua itu akan terwujud, jika tim sukses dan mesin partai  mampu memainkan ritme dalam  mendulang pundi-pundi suara serta  bisa meyakinkan konstituen.

Ia juga sadar bahwa kemenangan dalam Pilkada ditentukan oleh
masyarakat melalui mekanisme one person one vote, sehingga
diperlukan teknik yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan maupun selera masyarakat agar dapat terpilih. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

X