Tetapkan 5 Tersangka, Polisi Buru Pemodal PETI Buranga Asal Bombana

- Kamis, 18 Maret 2021 | 10:10 WIB
evakuasi korban tambang
evakuasi korban tambang

JurnalNews - Polisi sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka, dua dilakukan penahanan dan tiga masih dalam pencarian terkait penyidikan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong.

"Penyidik Polres#Parigi Moutong telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana pertambangan ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo Kabupaten#Parigi Moutong," terang Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto di Palu, Rabu 17 Maret 2021.

Didik juga mengatakan, kegiatan pertambangan ilegal yang sempat menelan enam korban meninggal dunia karena tertimbun longsoran itu terjadi pada 24 Februari 2021. Korban rata-rata adalah penambang emas yang dilakukan dengan cara mendulang.

Baca JugaPolda Jatim Ringkus Perampok Emas 4,3 Kg di Banyuwangi

"Di lokasi tambang emas ilegal di Buranga juga telah ditemukan empat unit alat berat jenis excavator dan diketahui ada keterkaitan dengan aktifitas pertambangan yang mereka lakukan, jelas Didik

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini juga menerangkan, dua orang yang ditetapkan tersangka berinisial JMN warga Sengkang Sulsel dan MDL warga Sausu Kabupaten#Parigi Moutong, keduanya operator excavator.

Baca JugaBrutal, Militer Myanmar Tembak Mati 39 Demonstran

"Sementara tiga tersangka yang masih dalam pencarian adalah pemodal utama#PETI Buranga adalah BBT yang merupakan warga Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), KHR dan DE operator excavator warga asal Sulsel," jelasnya.



Turut disita polisi adalah empat unit excavator, satu unit mesin dompeng dan selang air.

"Terhadap tersangka, penyidik menjerat sebagaimana pasal 158 dan 161 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba dan pasal 98 UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup dengan ancana pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," tutup Kabidhumas Polda Sulteng.

Sebelumnya, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Sulteng, AKBP Sirajuddin Ramli mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pihaknya sudah banyak melakukan penindakan#PETI di Wilayah#Parigi Moutong.

Baca JugaSatgas Madago Raya Sebar Foto DPO MIT Poso

“Khusus kasus tanah longsor tambang emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo, Polres Parimo telah melakukan penindakan. Saat ini sudah ditetapkan dua orang tersangka yang merupakan operator," ungkap Sirajuddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Gabungan DPRD Sulteng, Senin 15 Maet 2021.

Baca JugaHeboh, Gunung Emas Ditemukan di Kongo

"Polres Parimo juga menetapkan dua operator dan satu orang masuk dalam DPO, salah satunya adalah pemodal,” ungkapnya.

Tiga orang DPO itu lanjut Wadir Reskrimsus, diindikasi berada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Karena itu Polda Sulteng sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sultra terkait keberadaan tiga DPO tersebut,’’ pungkasnya. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

Polda Sulteng Siap Sukseskan Munas KAHMI XI 2022

Selasa, 15 November 2022 | 19:45 WIB
X