• Selasa, 17 Mei 2022

23 Polisi di Sulteng Dipecat Sepanjang Tahun 2021

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 08:15 WIB
kapolda sulteng
kapolda sulteng

JurnalNews - Sebanyak 321 orang personil#Polri di Sulawesi Tengah (Sulteng) terlibat kasus sepanjang tahun 2021 dan telah ditangani Bidpropam Polda Sulteng.

Berbagai kasus yang melibatkan ratusan personil Polda Sulteng itu diantaranta kasus pidana umum sebanyak 16 orang, perkara kode etik berjumlah 103 orang dan disiplin sebanyak 204 orang.

Dari ratusan orang tersebut, 23 orang mendapatkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat. Puluhan personil yang disanksi#PTDH ini adalah yang terlibat pelanggaran kode etik#Polri.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi dalam konfrensi pers akhir tahun 2021 di Rupatama Polda Sulteng, Jumat 31 Desember 2021.

"Jumlah personil yang dikenakan#PTDH tahun 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yang hanya sebanyak 14 orang," jelas Kapolda.

"Terhadap pelanggaran disiplin, kode etik dan pidana yang dilakukan oleh personil#Polri, Kapolda Sulteng berkomitmen untuk taat hukum dan azas yang berlaku, siapa yang berbuat akan diproses sesuai aturan," tegasnya.

Dalam konfrensi pers tersebut Kapolda Sulteng juga memaparkan situasi Kamtibmas di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Secara umum situasi Kamtibmas Polda Sulteng selama tahun 2021 relatif aman dan terkendali,” demikian dijelaskan Kapolda Sulteng.

Kapolda juga menerangkan, jumlah kejahatan konvensional seperti pencurian, penganiayaan, pengancaman dan lain-lain selama tahun 2021 sebanyak 4.433 kasus yang dapat diselesaikan sebanyak 2.893 kasus atau 65,26%, bila dibandingkan tahun 2020 kejahatan konvensional tahun 2021 mengalami penurunan 24,01%.

"Demikian juga untuk kelompok tindak pidana khusus seperti terkait industri perdagangan, ekonomi khusus, tindak pidana korupsi, tindak pidana tertentu dan tindak pidana cyber tahun 2021 berjumlah 70 kasus selesai 51 kasus atau 72,85%. Bila dibandingkan tahun 2020 jumlah kasus tersebut mengalami penurunan 1,40%," ungkap Irjen Pol. Rudy

Masih kata Kapolda, untuk tindak pidana penyalahgunaan narkoba tahun 2021 sebanyak 497 kasus dan diselesaikan 431 kasus atau 86,72%. Bila dibandingkan tahun 2020 mengalami peningkatan 2,81%.

"Sebanyak 760 pelaku diamankan dalam kasus narkoba selama 2021 atau naik 8,6 % bila dibandingkan tahun 2020, sedangkan untuk barang bukti yang disita sabu seberat kurang lebih 40 Kg dan THD kurang lebih 28.775 butir, terangnya," ungkapnya.

Ada 8 kasus illegal fishing yang ditangani oleh jajaran Ditpolairud Polda Sulteng, Sedangkan untuk Kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2021 tercatat 877 kasus turun 16 % dibandingkan tahun 2020 dengan korban meninggal dunia 285 jiwa, luka berat 423, luka ringan 920 dengan jumlah kerugian materiil Rp4.345.500.000.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menerangkan, terkait pelaksanaan operasi Madago Raya tahun 2021 setidaknya telah menangkap lima dari Sembilan DPO teroris Poso, ini pengungkapan yang luar biasa berkat kerjasama semua pihak utamanya TNI#Polri yang terlibat satgas Madago Raya.

"Pelaksanaan operasi satgas Madago Raya sudah diperpanjang di tahun 2022 mendatang dengan target melakukan pencarian dan penangkapan 4 sisa DPO teroris Poso, bagaimana pola dan cara bertindak saat ini sedang dirumuskan oleh tim dengan mengutamakan pendekatan soft approach," pungkasnya. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

X