• Selasa, 24 Mei 2022

Proyek PJN I Sulteng Senilai Rp156 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal dan Tak Layak Pakai

- Selasa, 10 Mei 2022 | 18:31 WIB
Material urugan pilihan (Urpil) yang digunakan bercampur tanah di Ruas Jono - Sidera. (Hermantoni)
Material urugan pilihan (Urpil) yang digunakan bercampur tanah di Ruas Jono - Sidera. (Hermantoni)

JurnalNews – Proyek Rekonstruksi Jalan Kalawara - Kulawi (Ruas Jono - Sidera dan Ruas Sibalaya - Pakuli) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, diduga menggunakan material ilegal dan tak layak pakai.

Proyek yang menjadi tanggungjawab Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah l (Satker PJN I) Provinsi Sulteng itu, kini tengah dikerjakan salah satu BUMN yakni PT Wijaya Karya, dengan nilai kontrak Rp156.616.954.291,00,-.

Dugaan penggunaan material ilegal dan tak layak pakai itu ditemukan pada proyek reskontruksi bencana, tepatnya di Ruas Jono - Sidera, yang terdampak likuifaksi saat bencana 2018 lalu.

Baca Juga: Rawan Korupsi, KPK Ingatkan Pengadaan Gorden Rumah Dinas DPR Rp43,5 Miliar Harus Transparan

Baca Juga: Beredar Foto Peserta KKN di Desa Penari, SimpleMan Penulis Thread di Twitter Buka Suara

Material urugan pilihan (Urpil) yang digunakan bercampur tanah dan akar-akaran dan patut diduga melanggar spesifikasi teknis Proyek Rekonstruksi Jalan Kalawara - Kulawi.

Sedangkan tempat pengambilan material yang digunakan, berada tak jauh dari lokasi proyek yakni di Sungai Paneki Desa Jono Kecamatan Sigi Biromaru dan Desa Sibalaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi.

Pekerjaan timbunan Urugan Pilihan (Urpil) tersebut disinyalir menggunakan material timbunan illegal bercampur akar - akaran dan gelondongan tanah yang

Berdasarkan kesaksian warga setempat, membenarkan bahwa kontraktor atau penyedia jasa menggunakan timbunan jalan yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X