• Jumat, 12 Agustus 2022

Bisa Picu Bencana, Tambang Emas Ilegal di Sungai Tabong Makin Masif

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 22:31 WIB
Pengerukan material menggunakan Exavator ke talang pengolahan emas di sekitar Sungai Tabong, Kabupaten Buol.  (Istimewa)
Pengerukan material menggunakan Exavator ke talang pengolahan emas di sekitar Sungai Tabong, Kabupaten Buol. (Istimewa)

JurnalNews - Dalam beberapa waktu belakangan, aktifitas tambang emas ilegal atau penambangan emas tanpa izin (Peti) di Sungai Tabong, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), makin masif.

Padahal, lokasi tambang tersebut beberapa waktu lalu sudah ditertibkan dari aktifitas penambangan yang menggunakan alat berat jenis exavator.

Namun saat ini aktifitas di lokasi yang masuk wilayah wilayah Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol itu justru lebih 'brutal'.

Baca Juga: Siapa 'Cukong' Tambang Emas Ilegal di Sungai Tabong Kabupaten Buol?

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Sungai Tabong di Buol Kembali Marak, Warga Khawatir Terjadi Banjir Bandang

Jika sebelumnya kurang dari 10 unit exavator yang mengeruk kawasan yang menjadi resapan air tersebut, kini sekitar 30 alat berat sudah beroperasi di sekitaran sungai yang mengalir hingga Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli itu.

Pengerukan di bantaran sungai dilakukan para penambang menggunakan alat berat hingga kedalaman sekitar 15 meter untuk mengambil material yang mengandung emas.

Sekretaris LBH Progresif Sulteng Abd. Razak, SH mengatakan, kondisi tersebut harus segera dihentikan sebelum dampak kerusakan lingkungan di wilayah Buol dan Tolitoli makin parah.

"Tambang tanpa izin itu sudah jelas akan berdampak buruk kepada masyarakat sekitar. Apalagi yang kami tahu, kegiatan tersebut tidak mempunyai aspek legalitas dan merusak lingkungan," kata Abd. Razak kepada JurnalNews.id, Sabtu 2 Juli 2022.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X