• Sabtu, 13 Agustus 2022

Sulteng Dikepung Banjir, Akademisi Untad Desak Pemda Bentuk Satgas

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:40 WIB
Diskusi terbatas menyikapi benacan banjir di Sulteng yang digelar di ruang Senat Fakultas Teknik Untad, Senin 1 Agustus 2022. (Istimewa)
Diskusi terbatas menyikapi benacan banjir di Sulteng yang digelar di ruang Senat Fakultas Teknik Untad, Senin 1 Agustus 2022. (Istimewa)

JurnalNews - Banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam beberapa waktu belakangan, mengundang keprihatinan sejumlah akademisi Universitas Tadulako (Untad).

Menyikapi hal tersebut, sejumlah akademisi Fakultas Teknik Untad menggelar diskusi agar peristiwa serupa bisa diantisipasi sejak dini.

Dalam diskusi yang digelar di ruang Senat Fakultas Teknik pada Senin 1 Agustus 2022 tersebut hadir narasumber diantaranya, Guru Besar Teknik Sipil dan Pengamat Banjir Prof M.Galib Ishak, M.S, Guru Besar Teknik Sipil Prof IWayan Sutapa, Dekan Fakultas Teknik Untad Dr Andi Rusdin, Ketua KDK Keairan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad Dr Sance Lipu, dan Kepala Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Untad Dr Alifi Yunar.

Baca Juga: 1 Ton Bansos Terkubur di Depok, Ada Kerjasama JNE dan Vendor DNR

Baca Juga: 3 Meninggal Dunia dan 4 orang Hilang Akibat Banjir di Parigi Moutong

Sance lipu sebagai pembuka dalam diskusi terbatas tersebut menjelaskan tentang fenomena banjir yang melanda kecamatan Lampasio di Kabupten Tolitoli, Kecamatan Torue di Kabupaten Parigi Moutong, Huntap Tondo di Kota Palu dan beberapa daerah di Sulteng akibat intensitas hujan yang tinggi, kemiringan lereng, struktur tanah yang jenuh dengan air pelimpasan dan perubahan tata guna lahan.

Andi Rusdin sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako mengungkapkan Universitas Tadulako siap memberikan masukan sesuai Tridarma Perguruan tinggi, termasuk masalah banjir, beberapa akademisi sesuai keahlianya siap memberikan konstribui bidang Hidrologi dan Hidrolika dengan leading sektor adalah pemda, untuk membantu mencari solusi, Fakultas Teknik siap Kerja sama dengan Pemda baik Provinsi, Kabupaten dan Kota Palu.

Dalam pemaparan selanjutnya Prof Galib yang konsen penelitian tentang banjir di Sulteng, dari sisi aturan semua sudah terwadahi di Rencana Tata Ruang Baik RTURK Kota Palu dan RTRW Provinsi Sulawesi Tengah, Master Plan Drainase Kota Palu, dan Perda tentang Sempadan Sungai.

"Maka perlu dicari benang merahnya tentang perubahan tata guna lahan, kewenangan perlu selektif tentang ijin penggunaan lahan dengan kewenangan termasuk penanganan sempadan sungai, dan bangunan baru harus di kendalian dan pemerintah lehih mengedukasi masyarakat berupa sosialisai tentang bangunan di sempadan sungai," katanya.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X