• Senin, 5 Desember 2022

Warga Mengamuk di Lokasi Tambang Emas Poboya, Gubernur Sulteng Terancam Dipidanakan, Berikut Kronologisnya

- Senin, 19 September 2022 | 08:55 WIB
Ratusan Warga Rusak Kantor Kontraktor CPM di Poboya, Begini Instruksi Gubernur Sulteng. (Pataruddin/Suluhmerdeka.com)
Ratusan Warga Rusak Kantor Kontraktor CPM di Poboya, Begini Instruksi Gubernur Sulteng. (Pataruddin/Suluhmerdeka.com)

JurnalNews - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura didesak minta maaf dan terancam dipidanakan. Hal itu sebagai imbas peristiwa pembakaran dan perusakan di lokasi tambang emas Poboya Kota Palu, pada Minggu 18 September 2022 siang.

Diketahui, ratusan warga Kelurahan Poboya, Kota Palu, Provisni Sulteng, telah melakukan perusakan di kantor PT Adijaya Karya Makmur (AKM), kontraktor PT Citra Palu Minerals (CPM).

Dalam aksi tersebut, sejumlah alat berat perusahan dibakar warga serta melukai seorang karyawan, di kawasan tambang emas Poboya.

Baca Juga: Profil Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra yang Meninggal Dunia di Malaysia, Cendekiawan Muslim Bergelar 'Sir'

Diperkirakan sekira 500 warga yang diduga berasal sekitar lokasi perusahaan tambang emas, PT CPM tiba-tiba menyerbu menyerbu kantor PT AKM, yang merupakan kontraktor CPM.

Aksi anarkis warga ini diduga ada kaitannya dengan aktivitas pembukaan lahan milik CPM oleh PT AKM, yang diprotes oleh warga.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas puluhan warga menyerang kantor PT AKM dengan meleparinya dengan batu sehingga mengakibatkan kaca-kaca kantor itu pecah.

Warga juga melempari pos penjagaan hingga kacanya juga pecah.

Dalam video itu juga terlihat personil polisi, namun tidak bisa berbuat apa-apa karena jumlah warga yang datang menyerang kantor itu lebih banyak dari pesonil polisi yang berada di lokasi saat kejadian itu berlangsung.

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Sulteng Siap Sukseskan Munas KAHMI XI 2022

Selasa, 15 November 2022 | 19:45 WIB
X