• Minggu, 5 Februari 2023

PT BTIIG di Morowali Serobot Lahan Sawit Warga, Penggusuran Dilakukan Malam Hari

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:43 WIB
Kebun sawit warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, yang diserobot paksa oleh PT  BTIIG (istimewa)
Kebun sawit warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, yang diserobot paksa oleh PT BTIIG (istimewa)

JurnalNews – PT Baoshua Taman Industry Investmen Group (BTIIG) telah melakukan penyerobotan 15 hektar lahan sawit warga di Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ambunu, Ahmad mengatakan bahwa pihak PT BTIIG telah menyerobot lahan warga saat para pemilik lahan itu sedang tertidur pulas di malam hari.

“Pihak perusahaan, menyerobot lahan sawit warga yang sudah berumur produksi tanpa persetujuan dari pemilik lahan itu,” ujar Ahmad kepada Konsorsium Media Sulteng belum lama ini.

Baca Juga: Korban Gagal Ginjal Akut Pada Anak Meningkat, Kemenkes Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini, Kenali Gejalanya

Menurut Ahmad, PT BTIIG yang telah menghancurkan lahan sawit warga seluas 15 hektar, hanya mengantongi Izin Lokasi (Inlok) dan belum memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) sebagai syarat utama sebelum melakukan aktivitas perusahaan.

Ahmad menyampaikan, lahan warga yang telah diserobot pihak perusahaan adalah milik 12 kepala keluarga (KK) di Desa Ambunu. Akibat penyerobotan dan penggusuran paksa itu, kini 12 KK harus kehilangan harapan masa depan mereka sebagai petani sawit.

“Perusahaan sangat arogan dan tidak memiliki hati nurani. Jerih payah keringat masyarakat petani bertahun tahun bekerja, dihancurkan sekejap oleh perusahaan perusak masa depan kehidupan masyarakat. Ini tidak bisa dibiarkan. Perusahaan harus bertanggung jawab,” geramnya.

Tokoh masyarakat ini menyebut, lahan sawit warga yang selama ini telah dijaga dan dirawat warga, secara membabi buta digusur tengah malam saat para pemiliknya sementara tidur.

“Ini benar-benar sudah sangat keterlaluan. Saya mohon pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur Sulteng, H. Rusdy Mastura menghentikan aktivitas PT BTIIG, karena selain telah merusak masa depan hidup warga, perusahaan tersebut tidak mengantongi Amdal,” tegas Ahmad.

Berdasarkan data yang diperoleh Konsorsium Media Sulteng, PT BTIIG merupakan perusahaan bergerak di bidang pengolahan biji nikel di tiga desa yakni Topogaro, Tondo dan Desa Ambunu.

Baca Juga: Spesifikasi HP Samsung Galaxy S23 Series Bocor, Pakai Chip Baru dan Baterai Lebih Besar dari Galaxy S22

Halaman:

Editor: Sutrisno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X