• Jumat, 19 Agustus 2022

Kenali Bagian-bagian 'Super Blood Moon' dan Fasenya yang Bisa Disaksikan Malam Ini

- Rabu, 26 Mei 2021 | 11:38 WIB
fase gerhana bulan
fase gerhana bulan

JurnalNews - Gerhana bulan merah atau super blood moon akan bisa disaksikan pada Rabu 26 Mei 2021 malam ini, mulai pukul 17.46.12 Waktu Indonesia Timur (WIT).

Bulan super terjadi beberapa kali dalam setahun, sedangkan fenomena langka gerhana bulan total hanya ada sembilan kali dalam setahun. Hal ini tentu akan menarik untuk disaksikan.

Dikutip dari Marca, Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan bergerak menuju bayangan bumi dan menghalangi cahaya matahari karena berbagai faktor yang berbeda.

Berikut bagian-bagian Super Blood Moon:

Bagian 'Super' adalah karena bulan akan berada di titik terdekat dengan planet kita pada orbitnya dan bagian 'bunga' dikaitkan dengan fakta bahwa bulan akan menjadi bulan purnama yang muncul di bulan Mei.

Bagian 'Merah darah atau Blood' adalah bayangan bulan yang disebabkan oleh campuran cahaya merah-oranye yang dibiaskan melalui atmosfer bumi.

Gerhana bulan merah ini, dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang atau tanpa alat pembantu.

Sekedar informasi, Gerhana Bulan Total kali ini dapat disaksikan di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Oseania, dan sebagian besar benua Amerika kecuali Kanada bagian Timur, Kepulauan Virgin sampai dengan Trinidad-Tobago, Brazil bagian Timur, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis.

Di Indonesia, fase awal gerhana ini dapat disaksikan di Papua bagian tengah.

Ada tujuh fase dalam fenomena#Gerhana Bulan Total esok hari dan puncak gerhana terjadi pada pukul 18.18.43 WIB / 19.18.43 WITA / 20.18.43 WIT dengan jarak 357.464 kilometer dari Bumi.

Dikutip dari BMKG, berikut Fase-fase (proses) gerhana bulan merah yang akan terjadi pada 26 Mei 2021 malam ini:



Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya#Gerhana Bulan Total ini.

Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik. Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik. ***

Editor: JurnalNews

Tags

Terkini

Oppo Reno8 Resmi Dirilis, Cek Spesifikasi dan Harga

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:11 WIB
X